Cara Mengelola Inventory Toko Baju

25 Juni 2026

Cara Mengelola Inventaris Toko Baju untuk UMKM Fashion

Dipublikasikan: 25 Juni 2026

Bisnis fashion merupakan salah satu sektor UMKM terbesar di Indonesia. Namun di balik peluang yang besar, manajemen inventaris menjadi tantangan utama yang sering kali terabaikan. Stok yang tidak terkelola dengan baik dapat mengakibatkan kerugian yang signifikan, terutama karena produk fashion memiliki siklus tren yang cepat.

Kategorisasi produk adalah langkah pertama yang krusial. Kelompokkan produk berdasarkan tipe, musim, dan performa penjualan. Penggunaan SKU yang unik untuk setiap varian produk, termasuk ukuran, warna, dan motif, akan sangat membantu dalam pelacakan stok secara detail.

Penentuan reorder point menjadi kunci agar stok tidak kosong di saat permintaan tinggi. Rumusnya: penjualan rata-rata per hari dikali waktu tunggu pemasok ditambah stok cadangan. Untuk produk fashion, waktu tunggu pemasok bisa berkisar 7-21 hari tergantung apakah produk lokal atau impor. Perhitungan yang tepat akan mencegah kehilangan penjualan karena stok habis atau kelebihan modal karena stok menumpuk.

Strategi mengatasi kelebihan stok: adakan flash sale musiman, bundling produk lambat laku dengan produk cepat laku, atau jadikan sebagai donasi sekaligus kegiatan promosi. Pencatatan digital akan sangat membantu dalam mengidentifikasi produk-produk yang perlu segera didorong penjualannya.

Jangan catat stok di buku manual. Gunakan aplikasi inventory untuk update stok otomatis setiap ada transaksi penjualan. Ini mengurangi risiko human error dan menghemat waktu.

Manajemen Inventory Fashion

Pantau stok baju per varian ukuran, warna, dan motif dengan mudah. Tatta Business membantu Anda mengetahui produk paling laris, yang perlu didiskon, dan kapan harus reorder. Demo gratis →